Ads Top


Profil Pengajar ( Bagian 3 )


      Di awal berdirinya, Gerakan Kendari Mengajar membutuhkan banyak volunteer. Segala strategi pun dikerahkan. Dimulai dengan mengundang teman-teman dekat para volunteer--yang sekiranya mampu berkomitmen untuk menjadi pengajar selama enam bulan untuk kemudian memutuskan apakah akan terus menjadi pengajar ataukah berhenti sampai di situ--ke dalam pertemuan sosialisasi Kendari Mengajar, hingga rekrutmen terbuka yang digelar saat Kendari Mengajar mengadakan Roadshow bertajuk Kendari Mengajar Goes to Campus. Gerakan Kendari Mengajar lantas menjadi buah bibir di kalangan mahasiswa. Di sosial media, gerakan ini menarik perhatian banyak kalangan yang merasa peduli terhadap pendidikan anak-anak golongan menengah ke bawah. Permintaan menjadi relawan berdatangan hampir setiap hari.
Pertanyaan seputar apa dan bagaimana caranya bergabung menjadi relawan mengalir melalui akun sosial media maupun nomor pribadi pengurus gerakan ini. Menariknya, permintaan sebagai relawan dan pertanyaan-pertanyaan itu datang dari kaum muda kota Kendari pun luar Kendari namun telah menjadi bagian dari kota ini.

      Berikut ini adalah segelintir dari sekian banyak anak muda Kota Kendari yang telah mengukuhkan diri untuk menjadi pengajar dalam Kendari Mengajar, yang mengemban misi untuk mengajar, mendidik dan menebar inspirasi .


Risdayanti

      Gadis kelahiran  30 oktober 1992 tengah menempuh studi di STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Mandala Waluya Kendari jurusan Keperawatan. Meski pendidikannya tidak berlatar belakang dunia pendidikan, Risdayanti merasa bertanggung jawab untuk membagikan ilmu yang dimilikinya kepada adik-adik asuh Kendari Mengajar. Saat ditanya tentang kesan pertamanya bergabung dengan Kendari Mengajar, Risdayanti mengaku merasa sangat senang karena adik-adik asuh Kendari Mengajar bisa akrab dengan mudah dengan dirinya.

    Gadis yang hobi membaca dan menyanyi ini dapat dihubungi melalui akun jejaring berikut Facebook



Sarni


     "Awalnya tertarik karena mendengar cerita dari teman, Ira yang sebelumnya telah bergabung. Saya juga ingin memberi semangat kepada anak-anak agar bisa belajar dengan giat dan mencapai cita-citanya." Begitulah penuturan dara kelahiran 25 Mei 1992 ini saat ditanya mengenai motivasinya bergabung dengan Kendari Mengajar. Sarni yang masih menyandang gelar mahasiswa dari jurusan Keperawatan di sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan di kota Kendari ini mengaku sangat menyukai anak-anak. Sarni memiliki kesan pertama yang unik saat baru bergabung dengan Kendari Mengajar. Sebagai volunteer baru, Sarni awalnya merasa segan kepada volunteer yang sudah cukup lama bergabung dengan Kendari mengajar. Namun seiring berjalannya waktu, gadis yang hobi menyanyi dan menyukai musik dangdut ini, mulai menikmati perannya sebagai volunteer, meski ia menyadari tidak memiliki background pendidikan. Namun, hal itu tidak lantas mengendurkan semangatnya. Sarni merasa sangat terbantu oleh Divisi Pendidikan Gerakan Kendari Mengajar yang membekalinya dengan dasar-dasar mengajar. 
       Gadis yang pernah menjadi runner up Lomba Qasidah tingkat STIKES Mandala Waluya  di tahun 2012 ini dapat dihubungi melalui akun jejaring berikut Facebook-nya.


 Zulfiana


      Zulfiana yang akrab dipanggil ana ini baru saja bergabung menjadi pengajar Gerakan Kendari Mengajar di awal Januari 2014. Mahasiswi fakultas Hukum Universitas Halu Oleo ini mengaku sangat bangga terhadap volunteer Kendari Mengajar yang mendedikasikan sebagian waktu berharganya untuk mengajari anak-anak kurang mampu di daerah pinggiran. Dan ia ingin menjadi bagian dari hal luar biasa itu. 

  Saat ditanya mengenai motivasinya bergabung dengan Kendari Mengajar, dengan ringan, gadis kelahiran Kendari 7 Februari 20 tahun silam ini menjawab dengan ringan, "seperti yang tercantum dalam undang-undang dasar '45. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya ingin turut serta mencerdaskan anak bangsa.

     Berpengalaman sebagai bendahara umum UK-Seni (Unit Kegiatan Seni) Universitas Halu Oleo, gadis yang kerap memenangkan lomba puisi dan menjadi finalis duta bahasa tahun 2013 ini dapat dijumpai di akun jejaringnya berikut ini:






 Fauziah Risqi Ayu Pratiwi 


      Gadis manis yang jago pidato dan debat bahasa Arab kelahiran 22 Desember 1993 ini, kini tengah berstatus sebagai mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Halu Oleo. Ingin berbagi ilmu dan mendapat pengalaman mengajar adalah motivasi terbesarnya bergabung sebagai pengajar di Gerakan Kendari Mengajar.
    
                                Gadis yang pernah menjadi bagian dari Pramuka dan OSIS di masa sekolahnya ini dapat dijumpai di akun-akun jejaringnya: Facebook, Twitter, dan Email.

Rasnawati

       Gadis kelahiran Lembar Subur, 25 November 1994 ini adalah mahasiswa FISIP jurusan Sosiologi Universitas Halu Oleo. Uniknya, Rasna bercita-cita menjadi guru. Maka ia pun mencari pengalaman mengajar dengan menjadi Pengajar di Gerakan Kendari Mengajar.
    
    "Pertama mengajar, terasa senang sekali, karena seperti kampung sendiri. Dan mengingat masa SD di mana bisa merasakan sedikit yang dirasakan susahnya guru kita saat mengajar," tuturnya, saat ditanya mengenai kesan pertamanya menjadi Pengajar GKM.

       Rasna memiliki segudang pengalaman organisasi, di antaranya: Anggota OSIS SMA 2 Watansoppeng,  Anggota HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) FISIP, Anggota KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, dan Anggota MPM (Mahasiswa Pencinta Mushalla) Ulul Albab FISIP.
Sehari-hari, Rasna dapat dijumpa di akun jejaring Facebook-nya.
Profil Pengajar ( Bagian 3 ) Profil Pengajar ( Bagian 3 ) Reviewed by Unknown on 02.11 Rating: 5

Tidak ada komentar


close