Profil Pengajar (Bagian 1)
Mereka adalah pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar dalam Gerakan Kendari Mengajar. Mengemban misi penting untuk memberikan pengajaran, mendidik, dan menebar inspirasi. Mereka memiliki harapan yang sama, agar kelak di tanah kelahiran mereka, Sulawesi Tenggara, pijar-pijar kecil yang tengah mereka jaga, akan mampu membakar peradaban.
Wd. Ira Alfarnia
Mahasiswi yang akrab dipanggil Ira ini sedang menempuh pendidikan di STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Mandala Waluya Kendari, jurusan Keperawatan. Terus menebarkan kebaikan dan memberikan senyuman pada adik-adik dengan fasilitas terbatas, menjadi motivasinya untuk bergabung menjadi pengajar di Gerakan Kendari Mengajar. Ira dipercaya untuk menjadi pengajar di daerah Puulonggida, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu. Bergabung dalam gerakan Kendari mengajar menurutnya, adalah hal yang asik, bisa bertemu dengan teman-teman yang humble dan bisa bertemu dengan anak-anak yang tetap semangat walaupun hidup dengan fasilitas yang tidak memadai seperti anak-anak di tengah kota lainnya.
Ira bisa dikontak melalui akun jejaringnya :
Rahmat Hidayat

Rahmat Saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO). Rahmat pernah menjadi Sekjen DPM FP (Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Pertanian) UHO (2011) dan juga pernah menjadi Ketua MPM (Mahasiswa Pencinta Mushalla) Al- Zaytun FP UHO (2011). Pada tahun 2010 dan 2011, Rahmat mengikuti Program Kreatif Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) DIKTI.
Tidak ingin bergabung dalam golongan yang diam dalam ketidaksempurnaan pendidikan, merupakan merupakan alasan utama pemuda yang murah senyum ini untuk bergabung dalam Gerakan Kendari Mengajar. Dan menjadi pengajar dalam Gerakan Kendari Mengajar adalah langkah kecil yang bisa ia lakukan untuk pendidikan di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari.
Muliani Majja
Lian, adalah sapaan akrab gadis yang sedang
menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Halu Oleo (UHO), Jurusan Matematika ini. Ingin merasakan perasaan
bisa berbagi dengan anak-anak di daerah yang tertinggal merupakan impian
sejak dulu gadis yang mempunyai hobi membaca ini.Ketika bergabung menjadi pengajar dalam Gerakan Kendari Mengajar (GKM) dan mengajar adik-adik di Puulonggida, Lian menyadari bahwa kebahagiaan itu bisa diperoleh dengan hal yang sederhana. Saat ini senyuman adik-adik asuhnya adalah kebahagiaan yang tak ternilai baginya.
La Ode Muh. Nasrul
Anak merupakan generasi muda sebagai calon agen perubah. Itulah yang diyakini mahasiswa jurusan Sosiologi FISIP UHO ini. Maka melakukan
aksi nyata untuk membantu mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya di
daerah di daerah terpencil di kota Kendari, telah menjadi sesuatu yang sudah
sejak lama didamba-dambakannya.Berbagi ilmu pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan, melalui kegiatan Mengajar, Mendidik, dan Menginspirasi, adalah proses yang selalu dinanti-nantikan Nasrul setiap minggunya
Nasrul bisa dikontak melalui akun jejaringnya:
Gadis manis yang mempunyai sapaan akrab Riri ini merupakan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari. Semasa di bangku kuliah, Riri mengambil program studi Pendidikan Luar
Sekolah (PLS). Tidak heran jika gadis ini mengaku bahwa ia sangat senang mengajar. Selain aktif menjadi pengajar di Gerakan Kendari
Mengajar (GKM), Riri juga aktif sebagai pengajar di Komunitas Anak
Jalanan Kendari (KOJAK).Gadis yang hobi travelling, memasak, dan bermain dengan anak-anak ini. memiliki minat yang sangat besar dalam dunia pendidikan dan anak-anak. Berinteraksi dengan adik-adik asuh di Puulonggida menjadi kesenangan tersendiri baginya. Ia pun mengaku, selalu menantikan kunjungan mingguan Gerakan Kendari Mengajar di Puulonggida itu.
"Anak-anak di Puulonggida adalah anak-anak yang cerdas. Mereka lahir dengan potensi yang butuh untuk ditemukan," ungkapnya.
Riri bisa dikontak melalui akun berikut:
Facebook
Twitter
Riri bisa dikontak melalui akun berikut:
Rizka Rahmawati
Gadis berdarah campuran Jawa ini pernah menjuarai Juara pertama Olimpiade Fisika Se-Sultra
Tingkat SMA, Ia kini sedang menempuh pendidikannya di Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) jurusan
Fisika. Selain aktif sebagai pengajar dalam Gerakan Kendari
Mengajar (GKM), gadis yang akrab dipanggil Cici ini juga aktif dalam beberapa komunitas, yakni
Klub Buku Kendari, CES (Creative English Society, HMPS Pendidikan Fisika, dan Taman Baca Fisika di Universitas Halu Oleo.
Dipercaya menjadi pengajar di Desa Puulonggida, Kel. Watulondo, Kec.Puwatu dan berinteraksi dengan adik-adik asuhnya, membuat Cici tersadar akan keindahan berbagi. Ia mengaku bahwa kebahagiaan karena bisa berbagi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, terutama jika kita melakukannya dengan iklhas.
Cici bisa dikontak melalui akun jejaringnya:
Facebook
Twitter
Dipercaya menjadi pengajar di Desa Puulonggida, Kel. Watulondo, Kec.Puwatu dan berinteraksi dengan adik-adik asuhnya, membuat Cici tersadar akan keindahan berbagi. Ia mengaku bahwa kebahagiaan karena bisa berbagi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, terutama jika kita melakukannya dengan iklhas.
Cici bisa dikontak melalui akun jejaringnya:
Profil Pengajar (Bagian 1)
Reviewed by Unknown
on
17.55
Rating:
Reviewed by Unknown
on
17.55
Rating:





PROFIL PENAJARNYA DONG
BalasHapus