Ads Top


Profil Pengajar (Bagian 2)

      
      Berbekal Semangat Berbagi, anak muda-anak muda yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan ini, bersinergi untuk bergerak mengupayakan pembaikan bidang pendidikan di kota yang memiliki andil besar dalam kehidupan mereka, Kendari, Sulawesi Tenggara. Mengemban misi penting untuk memberikan pengajaran, mendidik, dan menebar inspirasi. Mereka memiliki harapan yang sama, agar kelak di tanah ini, pijar-piijar kecil pembakar peradaban dapat lahir dan bertumbuh.



Wiwin Yudistira

       Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Halu Oleo ini mengaku, bergabung dengan Kendari Mengajar karena sekadar ikut-ikutan saja. Pemuda kelahiran Bulukumba, 27 Juli 1992 ini termotivasi bergabung dengan Kendari Mengajar untuk menambah pengalaman. Namun, setelah beberapa bulan bergabung, ia merasakan keseruan dan kesenangan bisa berbagi pengetahuan dengan adik-adik asuh Gerakan Kendari Mengajar.

        Wiwin dapat dihubungi di aku jejaringnya:



 Magdalena Hutabarat


      Gadis kelahiran Sibolga 20 tahun silam ini, kini tengah menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo.
"Iw anna be professional teacher for them." Begitulah penuturannya saat ditanya motivasinya bergabung dengan laskar pengajar adik-adik asuh Puulonggida.

      Gadis manis ini bahkan kesulitan mengungkapkan kesan pertamanya menjadi pengajar. Ia pun hanya bisa mengucapkan, "Ruuuaarr biasa"

      Meski masih belia, gadis yang hobi menulis ini telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Di antaranya, menjuarai Musabawah Tilawatil Qur'an cabang Syahril Qur’an se-Kota Raha pada tahun 2009, menjadi juara 2 Lomba baca puisi tingkat putri pada Pekan Seni Tahunan Mahasiswa UHO di tahun 2013, meraih juara 3 dalam Festival Generasi Muda Sehat tahun 2013, dan meraih juara 3 Lomba Baca Puisi RCAE (Rumah Cerdas Einstein) tahun 2013.

Magdalena Hutabarat dapat dihubungi melalui akun jejaringnya:



Abdul Syaban

Hidup tidak akan bermakna kalau tidak bermanfaat untuk orang lain. Itulah yang menjadi motivasi pemuda yang akrab dipanggil Syaban ini saat bergabung dengan Gerakan Kendari Mengajar. Pemuda yang lahir tepat di Hari Pendidikan Nasional 21 tahun silam ini tengah menampuh pendidikan formal di Program Studi PPKN FKIP Universitas Halu Oleo. Saat ditanya mengenai kesannya pertamanya berinteraksi dengan adik-adik asuh di Puulonggida, pemuda yang tengah menjabat sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan PPKN mengungkapkan perasaan bahagianya karena bisa berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. Syaban berharap agar Gerakan Kendari Mengajar tetap semangat menjalankan misinya, tak mundur selangkah pun, hingga mimpi besar Kendari Mengahar tercapai. 
"Dengan melakukannya seikhlas mungkin, Insya Allah kita akan mendapatkan balasan yang baik pula," tuturnya dengan penuh semangat.

Syaban dapat dihubungi melalui akun jejaringnya:



Nur Fitri Hamid


     Penyiar Radio Kampus Hijau yang akrab disapa Nur ini merasa senang karena bisa membantu adik-adik asuh di Puulonggida mendapatkan pengajaran. Termotivasi belajar untuk menjadi guru, gadis yang tengah menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo ini pun memantapkan diri menjadi pengajar Gerakan Kendari Mengajar. 

       Gadis kelahiran  7 Agustus 1993 ini memiliki beberapa pengalaman berorganisasi. Di antaranya adalah, tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, Creative English Society (CES), dan bagian dari tim Penyiar di Radio Kampus Hijau Universitas Halu Oleo.
Nur dapat dihubungi melalui akun jejaringnya:
 

Novita Silvany Palino


         Gadis yang akrap disapa Opi ini tengah bergelut menyelesaikan tugas akhirnya di jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo. Gadis ramah yang lahir 27 April 1992 ini mengakui, motivasinya untuk bergabung dengan Gerakan Kendari mengajar adalah mencari pengalaman mengajar. Sebagai calon guru, ia sangat membutuhkan pengalaman itu.

         Saat ditanya tentang kesan pertamanya bertemu dengan calon adik-adik asuhnya, Opi mengaku sempat deg-degan. Gadis yang pernah tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP ini khawatir, adik-adik asuhnya tidak akan menyukai gaya mengajarnya. Namun, kekhawatiran itu tidak pernah terbukti. Gadis yang senang bercanda ini selalu dapat menghidupkan suasana ceria dalam kelompok belajarnya.  Opi merasa bahagia, karena cita-citanya untuk bisa berbagi ilmunya kepada anak-anak yang tidak dapat menikmati fasilitas belajar yang layak seperti anak-anak sekolah di perkotaan pada umumnya, dapat terwujud melalui partisipasinya di Gerakan Kendari Mengajar.

Opi dapat diajak berbincang melalui akun jejaringnya:


Nirmalasari


     Gadis kelahiran Kendari, 19 April 21 tahun silam ini sudah menjadi pengajar di Gerakan Kendari Mengajar selama hampir tiga bulan. Gadis murah senyum yang akrab disapa Mala ini terpaksa vakum untuk sementara waktu karena harus fokus menyelesaikan tugas akhirnya di Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo. 
  
      Mala termotivasi untuk bergabung dengan Gerakan Kendari Mengajarkan karena keinginannya untuk mengajar, sekaligus membelajarkan dirinya sendiri. Kesan yang tak bisa ia lupakan sejak pertama tergabung dalam gerakan ini, Mala yakin, ia telah bertemu dengan anak-anak muda yang hebat, yang mendedikasikan dirinya untuk melakukan hal yang berguna bagi pendidikan anak-anak kurang mampu di kota Kendari, dan berusaha sebisa mungkin menjadi sumber inspiras. Sungguh suatu hal yang tidak mudah, tuturnya. Gadis yang hobi membaca buku dan menulis ini pernah menjadi pengajar di Komunitas Anak Jalanan Kendari (KOJAK.

Mala dapat diajak berbagi banyak hal melalui akun jejeringnya:











Profil Pengajar (Bagian 2) Profil Pengajar (Bagian 2) Reviewed by Unknown on 16.43 Rating: 5

Tidak ada komentar


close