Minggu Ceria Bagian 1 [Ekspedisi Menemukan Harta Karun]
Hari ini adalah hari di
mana pertama kalinya kami akan menerapkan agenda Minggu Ceria sesuai rencana kurikulum kami. Seperti biasa, sebelum ke lokasi
ajar (Puulonggida), kami akan terlebih dahulu bertemu di sekretariat kami untuk
sesi breefing mengenai teknis kegiatan mengajar. Minggu Ceria adalah agenda yang akan diterapkan untuk mengajar adik-adik asuh beraktivitas dengan permainan yang sifatnya menyenangkan
tetapi tetap edukatif. Agenda ini direncanakan akan diadakan sekali dalam sebulan,
seperti yang termaktub dalam rencana ajar dalam dalam kalender pendidikan Kendari Mengajar untuk daerah Puulongggida.
Pukul 14.30 WITA kami sudah terkumpul di sekretariat Kendari Mengajar. Sore itu sekretariat Kendari Mengajar tidak seramai biasanya, dikarenakan pada musim liburan semester ini sebagian besar volunteer kembali ke kampung halaman untuk berlibur. Namun, harus ada yang melanjutkan agenda Kendari Mengajar sebagaimana biasa. Karena kami tahu, adik-adik kami tidak mengenal hujan, panas, ataupun hari libur. Mereka sudah terbiasa menantikan kedatangan kami ke desanya, Puulonggida. Dengan senyum yang terkembang dan antusiasme penuh. Dan kami tidak pernah ingin kehilangan momen itu. Sesi breefing kali ini di pimpin oleh Kak Ayu. Kak Ayu menjelaskan mengenai aturan games yang akan dimainkan oleh adik-adik asuh, kepada para volunteer.
Waktu menunjukkan pukul
15.20 WITA. Kami pun bergegas menuju Puulonggida. Beruntung, cuaca Minggu sore itu sangat cerah. Sangat kontras dengan minggu-minggu sebelumnya, kota kami selalu diguyur
hujan di sore hari. Sebelum menuju lokasi belajar, kami terlebih dahulu menjemput beberapa adik asuh--Halim dan Linda--yang rumahnya cukup jauh dari lokasi belajar. Medan tempuh hari ini cukup sulit dari biasanya. Cuaca panas membuat batu-batu jalanan berserakan, sehingga medan terasa bergelombang dan membuat ban motor milik volunteer harus tergelincir karena bebatuan.
Pukul 16.00 kami tiba
di halaman sekolah yang sejak awal telah menjadi lokasi belajar adik-adik asuh kami. Dari kejauhan, lengkungan senyum sumringah adik-adik
asuh kami sudah nampak. Mereka sudah terbiasa mendahului kami tiba di lokasi belajar dan menanti dengan setia di depan gerbang sekolah. Terbayar sudah lelah kami setelah menempuh perjalanan. Yang ada hanya bahagia. Sebuah kebahagaian yang tidak pernah bisa kami lukiskan dengan kata-kata. Tak membuang waktu, volunteer segera berbagi tugas untuk sesuai peran yang telah disepakati. Ada
yang bertugas sebagai Penjaga Pos, Penjaga Waktu, dan Penjaga Pintu Gerbang,
serta mendokumentasi segala aktivitas.

Adik-adik tampak antusias. Ini pengalaman Minggu Ceria pertama mereka. Mereka lantas terbagi ke dalam 5 kelompok. Suasana
menjadi lebih ramai ketika nama masing-masing orang disebut untuk masuk ke
dalam salah satu kelompok. Adik-adik asuh dibagi menjadi lima kelompok, yang bersifat heterogen. Jadi, setiap
kelompok akan terdiri dari adik-adik dari berbagai tingkatan kelas (calistung, kelas 1-6 SD, dan SMP).
Adik-adik asuh akan melalui lima pos yang dijaga oleh kakak-kakak volunteer--Pos 1 dijaga oleh Kak Rheny, Pos 2 oleh Kak Rahmat, Pos 3 oleh Kak Helson, Pos 4 oleh Kak Arfad, dan Pos 5 oleh Kak Ayu.
Adik-adik asuh harus mendapatkan potongan puzzle di
setiap pos dan melengkapinya. Potongan puzzle akan membentuk satu gambar yakni Logo
Gerakan Kendari Mengajar. Untuk mendapatkan potongan puzzle itu mereka harus
menjawab pertanyaan di tiap-tiap pos dengan benar. Jika jawaban mereka keliru, atau jika mereka tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan dalam waktu yang
ditentukan, maka mereka tidak bisa mendapatkan potongan puzzle di pos tersebut. Mereka pun akan diberi kesempatan untuk mengulang menjawab pertanyaan berbeda di posko yang sama.
Tiap pos memiliki pertanyaan untuk adik asuh yang berada di tingkatan kelas tertentu. Ada pula pos yang tidak memberikan pertanyaan, namun memberi perintah untuk menyanyikan lagu wajib tertentu. Di setiap pos, setiap kelompok diwajibkan untuk memilih pertanyaan secara acak. Pertanyaan dari pos 1 hanya boleh dijawab oleh adik-adik di tingkatan calistung (Baca, Tulis, Hitung) dan tingkatan 1.
Di setiap pos siswa di berikan waktu selama dua menit untk menjawab pertanyaan. Penjaga pos menggunakan stopwatch untuk menghitung tingkat kecepatan adik asuh dalam menjawab soal untuk menentukan kelompok penjawab pertanyaan tercepat, yang kelak akan menjadi pemenang.
Penjaga pos akan memberikan potongan puzzle pada kelompok yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Setiap 5 menit sekali, kelompok diinstruksikan untuk menuju ke pos berikutnya. Setelah menyelesaikan pertanyaan dari tiap pos, kelompok yang mempunyai potongan puzzle dan menyusunnya dengan benar akan diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan sekolah dan harus menemukan harta karun (botol berisi kertas bergambar logo Kendari Mengajar yang utuh). Setiap penjaga pos harus mengkalkulasi waktu yang dihabiskan setiap kelompok dalam menyelesaikan misi, untuk menentukan kelompok dengan waktu tercepat yang berhak menyandang gelar juara 1.
Setelah dibagi kedalam lima kelompok, mereka kemudian
berbaris sesuai dengan kelompoknya untuk mendapatkan arahan mengenai permainan
hari ini oleh Kak Rheny. Kali ini setiap kelompok tidak akan ditemani oleh
kakak pendamping. Ini bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan mereka.
Prosedur permainan nya adalah sebagai berikut:
Tiap pos memiliki pertanyaan untuk adik asuh yang berada di tingkatan kelas tertentu. Ada pula pos yang tidak memberikan pertanyaan, namun memberi perintah untuk menyanyikan lagu wajib tertentu. Di setiap pos, setiap kelompok diwajibkan untuk memilih pertanyaan secara acak. Pertanyaan dari pos 1 hanya boleh dijawab oleh adik-adik di tingkatan calistung (Baca, Tulis, Hitung) dan tingkatan 1.
Pertanyaan dari pos 2 hanya
boleh di jawab oleh adik-adik tingkatan 2-3
Pertanyaan dari pos 3 hanya boleh
dijawab oleh adik-adik tingkatan 4-5
Pertanyaan dari pos 4 hanya boleh dijawab
oleh adik-adik di tingkatan 6.

Pertanyaan dari pos 5 hanya boleh dijawab oleh
adik-adik di tingkatan SMP.
Di setiap pos siswa di berikan waktu selama dua menit untk menjawab pertanyaan. Penjaga pos menggunakan stopwatch untuk menghitung tingkat kecepatan adik asuh dalam menjawab soal untuk menentukan kelompok penjawab pertanyaan tercepat, yang kelak akan menjadi pemenang.

Penjaga pos akan memberikan potongan puzzle pada kelompok yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Setiap 5 menit sekali, kelompok diinstruksikan untuk menuju ke pos berikutnya. Setelah menyelesaikan pertanyaan dari tiap pos, kelompok yang mempunyai potongan puzzle dan menyusunnya dengan benar akan diperbolehkan masuk ke dalam lingkungan sekolah dan harus menemukan harta karun (botol berisi kertas bergambar logo Kendari Mengajar yang utuh). Setiap penjaga pos harus mengkalkulasi waktu yang dihabiskan setiap kelompok dalam menyelesaikan misi, untuk menentukan kelompok dengan waktu tercepat yang berhak menyandang gelar juara 1.
Setelah
mendapatkan arahan dari Kak Rheny, mereka pun beranjak ke depan gerbang untuk
memulai permainan. Tampak kak Arun yang sore ini bertugas sebagai Penjaga Waktu,
memberikan arahan mengenai mekanisme waktu peralihan yang wajib dipatuhi adik-adik asuh untuk beralih dari satu pos ke pos
lainnya. Peluit panjang pertama menandakan setiap kelompok harus memulai
menjawab pertanyaan di masing-masing pos, peluit panjang kedua menandakan waktu
berakhir dan masing-masing kelompok bersiap-siap untuk beralih ke pos
berikutnya, peluit pendek menandakan pergantian pos. kelompok satu memulai di
Pos satu, kelompok dua memulai di pos dua dan seterusnya.
Peluit yang menandakan permainan dimulai pun berbunyi. Masing-masing kelompok berusaha semaksimal
mungkin untuk menjawab pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Tampak salah
satu kelompok kesal dikarenakan anggotanya tidak dapat menjawab pertanyaan
yang diberikan sehingga mereka tidak mendapatkan puzzle di salah satu pos. Pertanyaan
yang diberikan beragam sesuai dengan tingkat kemampuan adik-adik asuh. Ada yang berupa
pengetahuan umum, misalnya siapa nama wakil presiden RI, menyebutkan 5 buah
menggunakan bahasa inggris. Ada pula yang berupa perhitungan, mencocokkan angka dan
ada pula yang berupa perintah untuk membaca kata. Dikemas dengan menyenangkan, adik-adik mengerahkan kemampuannya berdasarkan keterampilan yang telah mereka dapatkan selama belajar dengan gembira karena merasa sedang bermain. Sementara itu, kami dapat mengevaluasi tingkat keberhasilan proses belajar yang kami terapkan selama beberapa bulan pertama ini.
Lima menit berlalu, suara peluit kembali terdengar. Ini saatnya bagi setiap kelompok untuk berganti pos. Takut kehilangan waktu, anggota
setiap kelompok pun berlarian menuju ke pos selanjutnya, dengan sikap kompetitif. Senang rasanya melihat suasana riang penuh antusiasme dengan anak-anak berlarian ke sana kemari, menyelesaikan tugasnya penuh rasa tanggung jawab. Bahkan Nathan, adik kami yang harus berlari dengan tongkatnya, bisa berlari dengan riangnya. Saat ini, anak-anak sudah
lebih senang berdiam di rumah, bermain game di komputer pribadi atau dengan gadget.
Peluit tanda permainan
usai pun dibunyikan oleh kak Arun. Setiap kelompok kemudian berkumpul di depan
gerbang untuk diperiksa oleh kak Lian apakah puzzle telah mereka lengkapi. Kelompok
satu harus kembali ke pos pertama untuk menyelesaikan soal yang belum mereka
jawab. Kelompok 3 dipersilakan untuk masuk lebih dulu, karena berhasil menjadi yang pertama menyelesaikan soal-soal di setiap pos. Lalu disusul oleh kelompok lainnya. Tidak
berapa lama setelah kelompok 3 masuk, terdengar suara riuh rendah dari
mereka. Rupanya mereka telah menemukan botol harta karun yang sebelumnya
disembunyikan oleh kakak volunteer yang lain. Dengan ditemukannya botol
tersebut, maka sesi Minggu Ceria perdana di awal tahun itu pun berakhir sudah.
Selagi menunggu Kak Lian mengkalkulasi jumlah poin peroleh setiap kelompok dari tiap pos, Kak Arfad memimpin adik-adik asuh untuk membentuk lingkaran kecil dan memainkan sebuah permainan penutup. Closing games kali ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.
Kak arfad memberkan instruksi “ikuti apa yang saya perintahkan, jangan ikuti apa yang saya lakukan”. Games ini bersifat mengecoh dan menguji konsentrasi adik-adik. Kak Arfad kemudian mengatakan "pegang dahi" sementara Kak Arfad sendiri memegangi lututnya. Banyak adik-adik yang ikut terkecoh dan memegang lututnya. Selanjutnya Kak Arfad mengubah intruksinya sambil melakukan sebuah trik nakal. Lagi-lagi, adik-adik asuh kami terkecoh. Tawa pun membahana. Sebuah insiden kecil pun terjadi, tatkala Kak Arfad memberi instruksi untuk memegang apa yang ia sebutkan. Saat Kak Arfad berseru dengan lantang, “Pegang Erwin!” , sontak semua adik asuh berlari ke arah Erwin--salah satu adik asuh kami. Erwin berlari sekuat tenaga menghindari kepungan teman-temannya yang ingin melaksanakan perintah Kak Arfad. Erwin yang dikerubungi dan ditarik ke sana kemari akhirnya menangis. Selain Erwin, juga ada adik kecil April ikut menangis karena tertabrak adik-adik yang lain yang tengah semangat berlari.

Selagi kak volunteer menenangkan adik-adik yang menangis, kelompok pemenang ekspedisi pos pun diumumkan.
Juara Pertama : Kel. III (Randa, Septi, Lala,Risma, Fathir)
Juara Kedua : Kel . I (Sisca, Linda, Iksan, April,
Halim)
Juara Ketiga : Kel . II (Nia, Niar, Nur, Rafli, Santi,
Isran)
Juara Keempat: Kel. V
(Abdul, Rei, Ega, Rendi, Sara, Dila)
Juara Kelima : Kel. IV
(Lia, Nabila, Lusi, Nathan, Rijal, Pian)
Semua adik asuh akhirnya mendapatkkan
makanan ringan sebagai hadiah karena telah berpartisipasi dengan maksimal dalam kegiatan Minggu Ceria. Sedang para juaranya akan dibuatkan piagam yang bisa mereka pulang dan kenang
hingga dewasa nanti.
Sore pun menjelang dan kami harus segera pamit. Seperti biasa, pertemuan diakhiri dengan doa bersama lalu adik-adik asuh akan menyalami kakak-kakak volunteer satu per satu secara bergilir.
Petang berubah pekat. Kami bergerak, kembali ke sekretariat Kendari Mengajar. Tugas berikutnya menanti. Lemari buku untuk perpustakaan Kendari Mengajar memerlukan sentuhan khas tukang kayu yang andal :) Lemari ini akan digunakan untuk menyimpan buku-buku yang dapat digunakan sebagai referensi adik-adik asuh Kendari Mengajar.
Sore pun menjelang dan kami harus segera pamit. Seperti biasa, pertemuan diakhiri dengan doa bersama lalu adik-adik asuh akan menyalami kakak-kakak volunteer satu per satu secara bergilir.
Petang berubah pekat. Kami bergerak, kembali ke sekretariat Kendari Mengajar. Tugas berikutnya menanti. Lemari buku untuk perpustakaan Kendari Mengajar memerlukan sentuhan khas tukang kayu yang andal :) Lemari ini akan digunakan untuk menyimpan buku-buku yang dapat digunakan sebagai referensi adik-adik asuh Kendari Mengajar.
Liburan kali ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah kami alami. Menghabiskan sore di desa yang bahkan terdengar asing oleh warga kota kami sendiri. Rasa bahagia karena bisa membagi kebahagiaan dengan sosok-sosok yang tak selalu bisa berbahagia tentu adalah kebahagiaan tertinggi. Di mana pun kita berada, tak lagi menjadi soal. Semua ini, bukanlah pengorbanan. Sejatinya kami sedang membayar hutang. Sebuah hutang pada tanah kelahiran, yang tanahnya menumbuhkan kehidupan bagi kami, yang airnya menguatkan langkah kaki kami menuju mimpi-mimpi besar kami nun jauh di depan sana, yang langitnya menaungi kami dari kebodohan. Dengan harapan yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu, kami akan terus melakukan sesuatu, untuk Sulawesi Tenggara kami. Melindungi pijar-pijar kecil kami dengan tangan-tangan kecil kami, agar mereka tak pernah padam. Kelak, mereka akan menjelma cahaya benderang.
[ASNI/RAY]
Minggu Ceria Bagian 1 [Ekspedisi Menemukan Harta Karun]
Reviewed by Unknown
on
14.59
Rating:
Reviewed by Unknown
on
14.59
Rating:











Tidak ada komentar