Ads Top


Yuuk Jadi Arsitek !!! (Matematika)




Abstraksi
Menjadi asrsitek merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian anak. Adik-adik diajak untuk menjadi arsitek bangunan mereka sendiri dengan mengaplikasikan konsep perbandingan skala. Dengan menggunakan metode ini  Adik-adik diharapkan akan lebih mudah memahami dan menikmati proses pembelajaran.
I. Latar Belakang

Aplikasi konsep perbandingan skala ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang terinsipirasi dari Ruang Belajar (Indonesia Mengajar) dan sedikit kami modifikasi sesuai dengan kemampuan adik-adik binaan kami. Konsep ini kami aplikasikan khususnya untuk kelas 6 SD dan kelas 7 (SMP).  Semoga dengan belajar membuat maket, mereka akan dengan mudah memahami manfaat belajar skala dan perbandingan dalam kehidupan sehari-hari. .

Latar Belakang Penggunaan Metode

Metode project-based learning ini (belajar dengan melaksanakan proyek) dilakukan agar siswa mampu mengaplikasikan ilmu yang terkesan abstrak sehingga siswa lebih mudah memahami konsep penggunaan perbandingan dan skala. Selain itu, melalui kegiatan ini ada 2 Kompetensi Dasar yang bisa dicapai, yaitu tentang perbandingan dan jaring-jaring bangun ruang.

II. Teori/Penjelasan Materi

  Skala

Skala adalah perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran asli. Dalam kehidupan sehari-hari, pembuatan denah, peta, maket merupakan contoh penggunaan konsep skala. Profesi yang memanfaatkan prinsip ini adalah kartografer, geolog, desainer, arsitek, dan sebagainya.
Bangun Ruang

Bangun ruang adalah bangun tiga dimensi yang memiliki isi atau volume. Banyak benda sehari-hari yang berbentuk bangun ruang, misalnya lemari, televisi, gelas, kaleng susu, dan lain-lain.
III. Alat dan Bahan
          Alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini juga relatif mudah didapat, bahkan bisa memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar. Ini adalah barang-barang yang kami gunakan: 
  •           Kardus bekas air mineral atau mie instan.
  •           Kertas Minyak 
  •           Lem kertas
  •           Pensil
  •           Penggaris 30 cm
  •           Gunting
  •           Pisau pemotong (cutter)
  •           Cat warna
  •           Selotip

IV. Langkah-Langkah

  1. Pengajar membagi adik-adik binaan secara acak  menjadi 2 kelompok kecil yang terdiri dari 4 orang (kelompok yang dibagi tergantung banyaknya adik-adik). Usahakan kemampuan tiap siswa dalaam kelompok merata. Katakan bahwa tim yang terbentuk adalah tim arsitek cilik yang mendapat tugas untuk membangun bangunan tertentu.
  1. Pengajar membagikan kartu soal yang sama untuk tiap kelompok. 
    “Sebuah villa akan dibangun di lahan yang luasnya 20 x 30 m. Tim arsitek merencanakan bangunan akan dibuat berukuran sebagai berikut: panjang = 15 m; lebar = 10 m; tinggi = 15 m. Sisa lahan kosong akan dimanfaatkan sebagai taman bunga. Sebelum  memulai proses pembangunan, tim tersebut membuat maket atau tiruan bangunan dengan skala 1:100”
  1. Pengajar kemudian membagikan paket alat dan bahan pada tiap kelompok. Setiap kelompok didampingi 1 pendamping.
  1. Pengajar kemudian mempersilakan masing-masing kelompok untuk menghitung skala kemudian langsung mengerjakan proyeknya.
  1. Siswa diperbolehkan menghias maketnya seindah mungkin. Biarkan siswa berkreasi dengan bahan-bahan yang mereka miliki.
  1. Pendamping mengawasi proses pembelajaran untuk melihat dinamika di setiap kelompok.
    
Lesson Learned 
Pendidikan Karakter yang Disisipkan 
Melalui kegiatan ini siswa dapat belajar bekerja sama dalam tim, belajar mendelegasikan tugas (percaya kepada rekan satu tim), belajar memecahkan masalah (misalnya saat salah melakukan pengukuran sehingga bahan yang dimiliki kurang), dan berkontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki (misalnya, siswa yang memiliki bakat seni berkontribusi mendekorasi maket agar tampak indah). (RWA)
Yuuk Jadi Arsitek !!! (Matematika) Yuuk Jadi Arsitek !!! (Matematika) Reviewed by Unknown on 19.00 Rating: 5

Tidak ada komentar


close