Ads Top


Profil Pengajar ( Bagian 4 )

    

      Berbekal semangat berbagi, pemuda-pemuda ini adalah wajah lain mahasiswa Fakultas Teknik yang identik dengan label "perusuh", "pembuat onar" dan "pembuat macet jalan raya". Mereka adalah segelintir dari sekian banyak anak muda di Kota Kendari yang telah mengukuhkan diri untuk menjadi pengajar dalam Kendari Mengajar, mengemban misi mengajar, mendidik dan menebar inspirasi.


Helson Mandala Putra

Akrab dengan sapaan Helson, pemuda kelahiran Kendari, 13 Oktober 1993 ini adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo. Perkenalannya dengan Gerakan Kendari Mengajar dimulai melalui media  sosial facebook, yang kemudian mengantarkannya menjadi bagian dari  volunteer  Gerakan Kendari Mengajar.

Dalam kesehariannya pemuda yang mempunyai hobby bermain futsal ini punya segudang aktivitas, selain menjadi  bagian dari volunteer  di GKM,  dia juga aktif dalam Komunitas Parkour Kendari dan Anggota Creative English Society (CES). 

Ketika ditanya mengenai  kesan setelah Bergabung dalam GKM, dengan tersenyum dia menjawab “Alhamdulillah menjadi bagain dari gerakan ini adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya. Selain bisa mengembangkan  potensi diri dalam hal berorganisasi, saya merasa terhormat bisa berbagi dengan adik-adik di pinggiran kota Kendari”. Selain menjadi pengajar di daerah binaan Puulonggida, helson juga bertanggungjawab dalam Tim Taman Baca GKM. 

Pemuda yang juga menjadi finalis Youth Exchange Program tahun 2014 yang dilaksanakan oleh PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia) Sulawesi Tenggara ini dapat dihubungi melalui akun-akun sosialnya Facebook Email

Arlingga Vanega

Lingga adalah sapaan akrab pemuda yang mempunyai hobby membaca manga dan nonton anime ini. Sebelum bergabung di GKM, pemuda kelahiran Kolaka, 25 Agustus 1994 ini telah tergabung dibeberapa komunitas pencinta Jepang di Kendari seperti Japan Lovers, Anoanime, dan Mangaka Kendari.

Asik dan ramah adalah kesan pertama yang ia rasakan ketika berinteraksi  dengan para volunteer GKM. Hal itulah yang kemudian membuatnya nyaman menjadi bagian dari volunteer Gerakan Kendari Mengajar dan turun menjadi pengajar di daerah Binaan GKM di Nanga-Nanga. 

Pemuda yang sedang menempuh pendidikan di jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo ini dapat dihubungi di akun-akun sosialnya Facebook Twitter 

La Ode Awal

Cuek adalah kesan pertama yang ditemui ketika berjumpa dengan pemuda yang akrab disapa awal ini. Pemuda yang mempunyai hobby jalan-jalan ini dikenal sebagai sosok yang aktif berorganisasi. Selain menjadi volunteer GKM, dia juga aktif di Forum Ilmiah Mahasiswa Arsitek Sulawesi Tenggara (FIMARS) dan menjadi salah seorang anggota delegasi Forum Komunikasi Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitek di Indonesia (FK-TKI MAI) yang di helat di Solo beberapa waktu lalu.

Pemuda kelahiran Lawa, 25 Juni 1993 ini adalah contoh nyata istilah “don’t judge a book by it's cover”,  rambut gondrong dan kesan garang tidak menghalanginya menjadi salah seorang volunteer favorit di kalangan adik-adik Binaan GKM.  

Selain menjadi anggota Tim Taman Baca di GKM, kini awal juga menjadi salah seorang tim pengajar di daerah Binaan Puulonggida. 

Pemuda yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, jurusan Arsitek Universitas Halu Oleo ini dapat dihubungi melalui akun-akun sosialnya di Facebook Twitter 

Muhammad Usgan

“Event Gerakan 1000 Buku adalah awal pertama kali saya mengenal GKM. Hujan rintik menemani perkenalan pertamaku saat itu. Meskipun hanya sekilas tetapi ada kesan mendalam yang ditinggalkan. Tampaknya asik menjadi bagian dari komunitas ini” jelas pria yang sapa diakrab usgan ini ketika ditanya awal pertama kali dia mengenal  GKM.

Pemuda yang Lahir di raha, 20 November 1993 ini sehari-harinya dikenal sebagai sosok humoris yang senang mempelajari hal-hal yang baru. Baru bergabung Maret 2014 tidak menjadikannnya sosok asing dikalangan para volunteer GKM, pembawaanya yang bisa menghangatkan suasana membuatnya dengan mudah dapat menyesuaikan diri di lingkungan manapun ia berada.

Selain dapat ditemui di GKM, sehari-harinya gan (sapaan akrab usgan di GKM) dapat ditemui di Fakultas Teknik, jurusan Teknik Informatika, Universitas Halu Oleo.  Dia juga dapat dihubungi melalui akun-akun sosialnya Facebook Twitter Blogspot 

Ady Marwan

Ady, adalah sapaan akrab pemuda kelahiran Kendari, 20 Mei 1993 ini. Ketika ditanya alasannya bergabung dalam GKM, dengan ringan ia menjelaskan “awalnya saya tertarik dengan visi dan misi yang dibawa, yang dengan sukarela membagi ilmu  kepada adik-adik di daerah-daerah pinggiran kota Kendari, selain bisa menambah lingkup pertemanan juga bisa mendapat pahala kan. Apalagi setelah bertemu dengan volunteer-volunteernya yang ramah menyambut siapa saja yang ingin menjadi bagian dari GKM”

Pemuda penyuka band paramore ini adalah salah seorang pengajar GKM di Nanga-Nanga. Ady sedang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik, jurusan Teknik Informatika, Universitas Halu Oleo.  Ady dapat dihubungi melalui akun-akun sosialnya  Facebook Email


Profil Pengajar ( Bagian 4 ) Profil Pengajar ( Bagian 4 ) Reviewed by Unknown on 20.19 Rating: 5

Tidak ada komentar


close