Catatan Pengajar #6: Bahagia Itu, Sederhana
"Bahagia itu sederhana"
Jadwal pengajaran hari ini adalah Pengetahuan Umum. Pada
jadwal pengetahuan umum, kami akan berbagi ilmu terkait pengetahuan-pengetahuan
umum kepada adik-adik, tentang alam, Kendari, Indonesia atapun hal-hal yang
mengasah kreatifitas adik-adik kami. Seperti halnya hari itu, kami
akan mengajak adik-adik kami di SD N 20 Baruga membuat kincir angin dan kincir
putar, yang memanfaatkan angin sebagai sumber energinya. Dan malam sebelumnya
kami telah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan, sehingga ketika tiba di
sana, adik-adik dapat memulai proyek pengetahuan umum hari ini tanpa berlama-lama.
Dengan
penuh semangat, pagi itu ku awali perjalanan dengan terlebih dahulu menjemput kakak volunteer yang
menjadi partner berboncengan, setelahnya kami akan bersama-sama berangkat
menuju ke tempat adik-adik yang telah menunggu kedatangan kami ditiap sabtunya.
Motor yang selalu setia menemani perjalanan kami, ku kendarai dengan cepat namun tetap berhati-hati, sehingga kami dapat sampai
ditempat tujuan dengan cepat namun tetap selamat. Jalan
berundak yang berbatu dan sesekali terjal adalah jalan yang sudah akrab kami temui ketika
menempuh perjalanan ke SD N 20 Baruga . Perjalanan pun tak ubahnya kegiatan berpacu
adrenalin yang membutuhkan keterampilan berkendara yang baik, namun hal
itu tak pernah menyurutkan semangat kakak-kakak volunteer untuk kembali ke tempat ini ditiap minggunya. Pemandangan lembah-lembah kecil nan menyejukkan mata hampir di sepanjang jalan senantiasa menjadi hiburan tersendiri bagi para volunteer.
Pepohonan tampak asri memagari jalan
yang kami lewati, perjalanan ini laksana melakukan wisata hutan yang menyegarkan sanubari.
Ketika tiba disekolah, adik-adik kami telah menunggu dikelasnya
masing-masing, kamipun berpencar untuk masuk ke kelas yang menjadi tanggung
jawab masing-masing volunteer. Adik-adik di kelas 1, 2, 3, dan 4 akan membuat
kincir angin, sedangkan adik-adik dikelas 5 dan 6 akan membuat kincir putar. Dan
hari ini saya mendapatkan tugas mendampingi adik-adik di kelas satu bersama
salah seorang kakak volunteer lainnya. Tampak wajah-wajah lucu mereka penasaran
dan antusias melihat beberapa persiapan yang telah kami bawa. Proyek membuat kincir
angin hari itupun di mulai. Dengan
penuh semangat kami membagikan bahan-bahan yang terdiri dari kertas
karton, lem, dan kayu untuk membuat kincir angin mereka. Satu demi satu kincir angin yang kami
buat telah selesai. adik-adik kemudian mewarnai kincir angin mereka agar tampak lebih indah.
Setelah kincir angin yang mereka buat telah siap untuk dimainkan, mereka kemudian segera keluar dari ruang kelas masing-masing. Terlebih dahulu kami menjelaskan bahwa untuk menggerakkan kincir angin yang mereka buat, mereka harus berlari sambil memegang kincir anginnya, sehingga kincir tersebut dapat terputar dengan bantuan energi angin. Pemahaman angin sebagai salah s atu sumber energi adalah salah satu wawasan yang akan mereka dapatkan melalui proyek kincir angin dan kincir putar di hari itu.
Setelah kincir angin yang mereka buat telah siap untuk dimainkan, mereka kemudian segera keluar dari ruang kelas masing-masing. Terlebih dahulu kami menjelaskan bahwa untuk menggerakkan kincir angin yang mereka buat, mereka harus berlari sambil memegang kincir anginnya, sehingga kincir tersebut dapat terputar dengan bantuan energi angin. Pemahaman angin sebagai salah s atu sumber energi adalah salah satu wawasan yang akan mereka dapatkan melalui proyek kincir angin dan kincir putar di hari itu.
Tidak perlu menunggu waktu lama, adik-adik dari kelas 1 hingga kelas 6 telah berkumpul di lapangan hijau
yang terhampar asri tak jauh dari sekolah. Masing-masing adik-adik, memegang kincir
yang mereka punyai dengan sangat hati-hati. Satu demi satu adik-adik berlarian disekeliling
lapangan, badan mereka meliuk-liuk di bawah langit biru yang
digantungi gumpalan arakan awan putih, angin sepoi-sepoipun menyempurnakan suasana kegembiraan
hari itu. Gelak tawa terdengar di
berbagai penjuru lapangan, mereka tampak sangat gembira. Melihat adik-adik bermain dengan riang gembira di alam, adalah sesuatu yang sudah langka untuk dapat dilihat
di lingkungan perkotaan. Di era ini, anak-anak di daerah perkotaan umumnya
lebih memilih bermain dengan gadget atau permainan-permaian modern, yang membuat
mereka lupa bahwasanya ada alam, sebagai wahana bermain terlengkap yang telah diciptakan oleh
sang pencipta. Alam adalah sumber inspirasi berkreatifitas yang tak terhingga.
Hari itu saya terkesima
melihat kebahagiaan yang dibawa sebuah permainan yang sangat sederhana . Ini membuatku tersadar
bahwasanya, ada hal yang mungkin nampak biasa bagi sebagian
orang, namun mempunyai makna yang tidak biasa bagi sebagian lainnya. Semangat mereka telah menyihirku, menyihirku
untuk ikut berlarian bermain kincir
angin mengelilingi lapangan hijau itu. Ini adalah suatu masa dimana kebahagian itu hanya dapat dirasakan
keindahannya lewat sensasi rasa yang tercipta, bukan dalam wujud rupa sebuah bahasa. Kebahagian yang dibungkus dalam wujud kesederhanaan dan kebersamaan. Sungguh, inilah makna bahwasanya BAHAGIA ITU,
SEDERHANA !!! (AS/AN)
Catatan Pengajar #6: Bahagia Itu, Sederhana
Reviewed by Unknown
on
18.41
Rating:
Reviewed by Unknown
on
18.41
Rating:









Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussemangat saudaraku sebangsa
BalasHapus