Ads Top


Sebuah Ungkapan Sederhana tentang Puulonggida

Sabtu (22/03/14)  lalu adalah jadwal Evaluasi Bahasa Indonesia untuk adik-adik Binaan GKM Di Puulonggida, Adik-adikpun di instruksikan untuk membuat tulisan mengenai Puulonggida,  tempat mereka tumbuh berkembang selama ini. Berawal dari ide sederhana untuk bisa mengevaluasi kemampuan adik-adik menulis, kami kemudian mendapatkan hati kami tersentuh membaca ungkapan hati mereka yang dituangkan dalam sebuah tulisan, berikut beberapa tulisan yang dibuat oleh adik-adik di Puulonggida.



Randi Anggrianto,
Kampung ini sangat memperihatinkan. Jalanpun Rusak juga listrik tidak ada. Meskipun tiang listrik sudah ada di depan mata tetapi saya belum percaya, listrik akan masuk.
Pada setiap malam saya belajar memakai lampu pelita. Saya tinggal di Puulonggida sudah sangat lama, tapi peningkatan di Puulonggida belum juga ada, sangat malang kampungku ini. Andai saja kampung ini sama dengan kampung yang lain, pasti pengetahuan anak-anak sini pasti luas, sayang tapi itu tidak mungkin. Tetapi saya bersyukur kepada Gerakan Kendari Mengajar (GKM) karena berkat GKM kami bisa mempunyai wawasan yang tinggi, selain kami belajar di sekolah, kami juga belajar sore, terima kasih GKM.



Desi, 
Selama bertahun-tahun masyarakat di Puulongggida sangat tidak diperdulikan oleh pemerintah. Setiap malam Puulonggida sangat gelap, yang menerangi rumah-rumah warga yaitu lampu pelita/lampu kaleng dan setiap hari kendaraan susah untuk mendaki, karena jalan Puulonggida itu rusak dan berbatu. Hadirnya kakak-kakak GKM itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Puulonggida, karena atas kehadiran mereka itu anak-anak Puulonggida jadi senang karena bisa belajar sambil bermain dan GKM juga selalu menampilkan mereka di kota, berkat itulah mereka dilihat oleh banyak orang dari pemerintah juga melihat. Akhirnya sekarang listrk akan dimasukkan di Puulonggida. Berkat GKM Puulonggida akan maju. Insyaallah GKM tidak akan berhentu untuk mengajar anak-anak Puulonggida. Terima kasih GKM.


Septiana,
Kampung kami terletak di Puulonggida. Di Puulonggida tidak ada listrik. setiap malam kami belajar pakai lampu pelita. dengan lampu pelita tugas kami yang diberikan oleh ibu guru alhamdulillah selesai. 
Pada suatu hari kami mendapat tugas bahasa Indonesia, kami harus mencari dan  menulis yang kami dapat di Televisi, tentang wawancara apa dan apa mereka bicarakan, disitu aku kaget mendengarkan padahal di Puulonggida tidak ada listrik, bagaima caranya kami mau mendapatkan jawabannya.
Sepulang sekolah aku dan teman-teman berjalan kaki, pada hari selasa 18-Maret-2014 disana aku kaget melihat tiang-tiang listrik yang berjejeran di jalan. Kami pun senang, di kampung kami sebentar lagi akan terang. Kami sangat senang ini berkat kakak-kakak Gerakan Kendari Mengajar dan yang mengikuti GKM dan kami sangat berterima kasih kepada Bapak PLN.



 Andania Amir,
Assalamualaikum, Wr. Wb.

Saya akan menceritakan pengalaman saya selama masih ada di Puulonggida.
kampung saya terletak di Puulonggida, disini jalannya yang begiitu rawan dan rusak, sudah berapa tahun Puulonggida dijanji oleh Pemerintah untuk memperbaiki jalan kami ternyata tidak begitu.
dan disini belum ada listrik, setiap malam kampung kami merasa kesepian karena tidak adanya lampu.. Puulonggida setiap hari kegelapan dan tahun ini pemerintah merasa kasihan tentang masyarakat Puulonggida, Akhir ini pemerintah memasukkan listrik ke Puulonggida.

Atas berkat kakak-kakak GKM (Gerakan Kendari Mengajar) akhirnya pemerintah memasukkan kami listrik untuk bulan ini. Masyarakat Puulonggida merasa bangga atas berkat kakak-kakak GKM dan sekali-kali lagi terima aksih atas bantuan kakak-Kakak.



Dan saya akan menceritakan tentang keadaan Puulonggida setiap malam. 
Setiap malam kami menggunakan lampu pelita/lampu kaleng. Kami belajar untuk mengejar cita-cita. Walaupun setiap malam selalu gelap gulita tapi kami tidak akan menyerah untuk mengejar cita-cita kami sebagai warga Puulonggida.
Selama kami datang terus mengaji dan belajar, kami senang karena kami tidak kesepian dan mendapat ilmu dari kakak-kakak GKM  (Gerakan Kendari Mengajar) dan kakak-kakak yang setia untuk memberikan ilmunya kepada kami. Walaupun jalannya rusak, kakak-kakak setiap hari datang untuk membumbing kami.

Sekali lagi terima kasih atas bantuannya. Saya cinta GKM . Saya sayang semuanya.


Selasa lalu (18/03/14) tiang listrik telah nampak berjejeran di jalan Puulonggida, Semoga tidak lama lagi adik-adik kami dapat menikmati cahaya terang di malam hari seperti anak-anak lainnya. Ini semua bukan karena kerja keras kami, GKM hanya membantu untuk kembali menginggatkkan pihak-pihak yang berwenang akan keberadaan suatu daerah yang belum dapat menikmati akses listrik, Puulonggida. Puulonggida adalah adalah potret nyata daerah yang tidak dapat menikmati akses listrik, dan tentunya masih ada daerah-daerah serupa di kota Kendari yang merasakan hal yang sama bahkan mungkin lebih parah. Daerah ini membutuhkan kita, para KAUM MUDA, untuk turut ambil peran membimbing dan menjaga MEREKA, pijar-pijar masa depan bangsa. (AN)

 

Sebuah Ungkapan Sederhana tentang Puulonggida Sebuah Ungkapan Sederhana tentang Puulonggida Reviewed by Unknown on 20.12 Rating: 5

Tidak ada komentar


close